Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 14, 2016

Macam-macam air s/d Fasal tentang Siwak

     المياه التي يجوز بها التطهير سبع مياه ماء السماء وماء البحر وماء النهر وماء البئر وماء العين وماء الثلج وماء البرد Air yang bisa digunakan untuk bersuci ada tujuh , yaitu: [ 1 ] . Air langit (hujan), [ 2 ] . Air laut, [ 3 ] . Air sungai, [ 4 ] . Air sumur, [5] . Air sumber (mata air), [6] . Air salju, [7] . Air embun. ثم المياه على أربعة أقسام طاهر مطهر غير مكروه وهو ماء مطلق ، وطاهر مطهر مكروه وهو الماء المشمس وطاهر غير مطهر وهو الماء المستعمل والمتغير بما خالطه من الطاهرات وماء نجس وهو الذي حلت فيه نجاسة وهو دون القلتين أو كان قلتين فتغير والقلتان خمسمائة رطل بغدادي تقريبا في الأصح. Kemudian air tebagi menjadi empat bagian, yaitu: [1]. Air suci mensucikan tidak makruh digunanakan, yaitu air muthlaq, [2]. Air suci mensucikan makruh digunanakan, yaitu air musyammas, [3]. Air suci tapi tidak mensucikan, yaitu air musta'mal dan air yang berubah karena b ercampur dengan perkara suci, [4]. Air najis, yaitu air terkena najis yang kurang dari dua qullah ata...

Muqaddimah Kitab Abi Syuja

بسم الله الرحمنِ الرحيم Dengan menyebut nama allah yang maha pemurah lagi maha penyayang الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وآله الطاهرين وصحابته أجمعين . Segala puji bagi allah, yang mengatur seluruh alam. Semoga allah set melimpahkan shalawat dan salam kepada sayyiduna muhammad, Nabi yang ummi, keluarganya yang suci dan semua sahabatnya.  قال القاضي أبو شجاع أحمد بن الحسين بن أحمد الأصفهاني رحمة الله تعالى ،  سألني بعض الأصدقاء حفظهم الله تعالى ،  أن أعمل مختصرا في الفقه على مذهب الإمام الشافعي رحمة الله عليه ورضوانه ،  في غاية الاختصار ونهاية الإيجاز ليقرب على المتعلم درسه ويسهل على المبتدئ حفظه

KHUTBAH JUM'AT I NIKMAT YANG AGUNG

Khutbah Ke-4 اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى نِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَنَا مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِ الْأَنَامِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَيْنَا الْقُرْآنَ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى جَمِيْعِ النِّعَمِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ السَّابِقَةِ وَاللَّاحِقَةِ الدُّنْيَوِيَّةِ وَالْأُخْرَوِيَّةِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَاذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَآ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَ اللهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَذُرِّيَّتِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ... اتَّقُــوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُــوْتُنَّ إِلَّا ...

KH. Uzairon Thoifur Abdillah 003

Bayan Magrib 25 Juni 2009 Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala Kehidupan ini adalah pemberian Allah bukanlah milik kita. Kita dulu tidak hidup, kemudian diberi kehidupan oleh Allah dan akan ada suatu masa, kehidupan ini diambil oleh Allah Ta’ala dan kita tidak bisa menolaknya. 

Info Penerimaan Santri Baru Pon-Pes Al Fatah Tahun Pelajaran 2016-2017 M /1437-1438 H

Pondok Pesantren Al Fatah Temboro adalah lembaga pendidikan yang bercita-cita mengembalikan semangat dan punya rasa tanggung jawab dalam agama, membentuk manusia yang siap berjuang untuk menegakan  agama Alloh diseluruh alam sesuai dengan akhlak Rosululloh SAW. Pada tahun ini Pondok pesantren Al Fatah membuka pendaftaran santri baru. Untuk persyaratannya bisa dilihat di brosur dibawah ini, adapun biayanya bisa dilihat di keterangan dibawahnya. (baca juga :  Kurikulum Pondok Pesantren Al fatah Temboro )

Bayan KH. Uzairan 002

Bayan KH. Uzairon 002 Setiap kerja ada Modalnya, dan Modal dari usaha agama ini adalah keyakinan yang shahih, yaitu : Keyakinan yang shahih kepada Allah Swt Keyakinan yang shahih kepada Rasullullah Saw Keyakinan yang shahih kepada Kitabullah Keyakinan yang shahih kepada adanya para Malaikat Keyakinan yang shahih kepada Negeri Akherat yang abadi Keyakinan yang shahih kepada Keputusan Allah ( Qadha dan Qadhar ) Rasullullah Saw memegang janggutnya, lalu bersabda:

Khutbah Idul Adha KH Uzairan TA

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْــرًا وَالْحَمْــدُ لِلَّهِ كَثِيـْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْــرَةً وَأَصِيْلًا. اَلْحَمْــدُ لِلَّهِ الَّذِىْ بَسَطَ لَنَا بِسَاطَ الْأُنْــسِ وَالْمَحَبَّةِ، وَقَبِلَ عَمَلَ حُجَّاجِ بَيْتِهِ  فَعَامَلَهُمْ مُعَامَلَةَ اْلأَحِبَّةِ، اَحْمَــدُهُ جَلَّ مَنْ يُحْمَدُ وَيُشْكَرْ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ  اَذَلَّ مَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُّ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ خَيْرُ مَنْ حَجَّ وَاعْتَمَرَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا هَلَّلَ مُسْلِمٌ وَكَبَّرَ. أَمَّابَعْدُ، فَيَاعِبَادَ اللهِ... اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ جَلِيْلُ الْمِقْدَار، وَعِيْدٌ جَمِيْلُ الشِّعَارِ،...

Bayan KH. Uzairon 001

Setiap manusia yang mau hidup tenang, damai, dan bahagia mereka harus mempunyai Iman yang benar. Menurut para ulama Iman itu ada rasanya, seperti gula yang rasanya manis dan garam yang rasanya asin. Kalau Iman ini tidak ada rasanya, ini berarti palsu Imannya. Nabi SAW bertanya kepada sahabat, “Bagaimana rasanya Iman kamu hari ini.” Lalu sahabat menjawab, “Saya dalam merasa betul-betul beriman ya Rasullullah.” Nabi SAW bertanya, “apa buktinya ?” Sahabat menjawab,

Definisi Fiqih

Definisi Fiqih Fiqh secara bahasa adalah kepahaman. Sebagaimana sese-orang mengatakan, “Aku memahami perkataanmu.” Fiqh secara istilah adalah pengetahuan tentang hukum-hukum syari'at (yang didapatkan) melalui dengan jalan ijtihad . Misalnya, hukum niat dalam wudlu adalah wajib sebagaimana juga dalam masalah-masalah lain yang bersifat ijtihady . Sebab Nabi j bersabda :

Muqaddimah Kitab As-Sulam

A). DEFINISI USHUL FIQH Al-Ashlu [1] ( الأصل ) secara bahasa adalah sesuatu yang menjadi sandaran bagi perkara lain. S ebagaimana d asar dinding berarti pondasi dinding, dan dasar pohon berarti pangkal yang berada  di (dalam) tanah, maka d asar fiqh adalah pondamennya .